Kita semua sudah sangat sering membaca maupun mendengar tentang riwayat Adam dan Hawa, manusia pertama yang diciptakan Tuhan.
Kisah hidup mereka pada mulanya sangat ajaib dan penuh dengan hal hal indah yang mentakjubkan.
Pada mulanya mereka memiliki hubungan yang sangat akrab dengan Tuhan pencipta alam semesta, mereka bisa bertemu dengan Tuhan face to face setiap hari. Tuhan sangat mengasihi mereka dan Tuhan juga sangat menikmati relationship dengan Adam dan Hawa setiap hari.
Jadi bisa dibayangkan bagaimana kira kira perasaan Tuhan ketika mengetahui bahwa Adam dan Hawa melanggar apa yang telah diperintahkanNya pada mereka. Pasti Tuhan sangat kecewa, kesal dan sedih ketika mengetahui kalau manusia yang sangat dikasihiNya itu ternyata mau sajamengikuti bujuk rayu Iblis untuk melanggar aturan yang telah diberikan Tuhan.
Memang sudah pasti Tuhan sangat kecewa dan sedih ketika menghadapi kenyataan bahwa Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, tapi walaupun begitu Tuhan tidak membenci mereka dan lalu memukuli dan memarahi mereka.
Yang terjadi adalah Tuhan malah mencari dan mendatangi manusia untuk menolong mereka. Tuhan memberi solusi atas akibat dosa yang dilakukan Adam dan Hawa. Karena Tuhan sangat tahu dan mengerti kalau Adam dan Hawa tidak tahu harus bagaimana menghadapi konsekwensi akibat perbuatan mereka selain bersembunyi ketakutan serta merasa sangat malu atas ketelanjangan yang tiba tiba mereka sadari.
Tuhan memberi solusi yang terbaik untuk menutupi ketelanjangan manusia.
Dia sendiri dengan tanganNya membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan Hawa, lalu Tuhan juga yang memakaikan pakaian itu kepada mereka. Sebab manusia pada mulanya tidak tahu bagaimana caranya berpakaian dengan benar dan tepat.
Dan kemudian kenyataan yang paling menyakitkan bagi manusia dan juga bagi Tuhan, adalah sejak saat itu manusia tidak bisa lagi hidup berdekatan dengan Tuhan, ini adalah konsekwensi yang terberat akibat dosa manusia.
Sebab Tuhan adalah Tuhan yang Maha Kudus, dosa tidak akan tahan hidup berdekatan dengan Yang Maha Kudus.
Dan Tuhan tidak menginginkan manusia binasa karena dosa mereka, Dia kemudian memberikan lagi solusi yaitu kehidupan yang baru kepada Adam dan Hawa diluar taman Eden.
Tuhan tidak membenci manusia sekalipun manusia telah jatuh kedalam dosa, karena Tuhan sangat mengasihi manusia.
Dari masa ke masa Tuhan tetap berusaha untuk bisa tetap berhubungan dengan manusia, dan pada waktu dan masa yang telah ditetapkanNya, Tuhan membuktikan betapa besar kasihNya kepada seluruh umat manusia, Dia rela mengutus AnakNya yang tunggal yaitu Tuhan Yesus Kristus lahir kedunia yang penuh dosa untuk menjadi Juru Selamat dunia.
Kalau Tuhan membenci manusia yang jatuh dalam dosa, tidak mungkin Dia rela mengorbankan AnakNya yang Tunggal diatas kayu salib di Golgota…!!.
Sekali lagi, Tuhan tidak pernah membenci orang berdosa, yang paling Dia benci adalah orang orang yang munafik dan sombong.
Kita bisa membaca di Alkitab, bahwa yang paling sering bikin Tuhan marah, yang paling sering mendapatkan perlakuan sinis dari Tuhan adalah orang orang yang munafik dan orang yang sombong.
Kita bisa temui di Alkitab, bagaimana Tuhan membela dan mengampuni orang yang berzinah, Tuhan menghampiri Zakeus sipemungut cukai, dan banyak lagi akan kita baca di Alkitab bagaimana Tuhan selalu berusaha mendekati orang orang yang berdosa.
Tapi apa yang sering dilakukan para hamba Tuhan terhadap orang yang jatuh kedalam dosa?. Apa yang sering dilakukan jemaat gereja terhadap sesama saudara seiman yang sedang terpuruk dalam kubangan dosa?.
Berapa banyak para gembala atau para pemimpin gereja yang mau mencari dan mendatangi pengerja atau jemaat yang sedang terpuruk dalam kubangan dosanya? Serta kemudian memberikan solusi yang tepat untuk memulihkan serta membangkitkan kembali mereka yang sedang jatuh?.
Berapa banyak gereja yang tetap menerima dan mengampuni dengan tulus hati saudara seiman yang sedang jatuh kedalam dosa yang fatal?.
Bukankah yang sering terjadi adalah gereja sering bertindak keras dan under estimate terhadap orang orang berdosa?, apalagi terhadap saudara seiman yang sedang terpuruk dalam kelemahannya atau terhadap hamba Tuhan yang sedang jatuh dalam dosa.
Padahal Tuhan telah menebus dosa kita semua dan Dia tetap bersedia mengampuni dosa orang orang yang mau berterus terang mengakui dosa dosa mereka di hadapan Tuhan.
Tuhan menjanjikan pengampunan dan pemulihan kepada mereka yang mau datang mengaku dosa kepadaNya. Tuhan sangat menghargai kejujuran dan keterus terangan.
Tapi apa yang sering terjadi kepada orang orang yang datang mengaku dosa dan konseling pada hamba Tuhan?. Bukankah seringkali yang terjadi adalah penghakiman dan penghukuman serta pengucilan terhadap mereka?.
Bahkan ada yang sampai membocorkan pembicaraan konseling itu……
Kenapa kita bisa lebih hebat dari Tuhan? Menjadi hakim bagi orang orang yang sedang terpuruk dalam dosa dan kelemahannya?.
Sehingga, acapkali karena sikap kita maka lagu indah ” amazing grace how sweet the sound “… menjadi suatu lagu yang sangat menyakitkan hati.
